Pagi ini aku diingatkan betapa sungguh sangat diberkati hidup ini. Dengan paru-paru yang masih bekerja dengan baik, jantung yang masih memompa darah dan mata yang masih melihat keelokan dunia ini.
Beberapa saat yang lalu aku sempat chatting dengan koko di kota asal ku. Pontianak tercinta. Kami menyinggung beberapa masalah di Indonesia. Salah satunya BLT.
Yahhhhhh. BLT adalah program Bantuan Langsung Tunai yang di berikan setiap 3 bulan kepada masyarakat tidak mampu. Program ini dipelopori oleh SBY-JK saat mereka maju dalam pilpres dua periode lalu.
BLT sangat baik. Diberikan secara cuma-cuma dan mudah pula mendapatkannya. Cukup satu bungkus rokok buat pak RT dan satu lagi buat pak RW jreeenggggg... Jreeeengggg. Jreeeeeeenggggggg... Kita dapat surat tanda miskin dari mereka. Maaf bukan kita. Kamu aja. Ehhhhh mereka. :p
Mungkin hal itu terdengar sangat baik. Kita bisa mendapat Rp 300.000 dengan dua bungkus rokok. Kita menganggap bahwa kita orang miskin yang tidak bisa berjuang dengan keringat kita sendiri hanya menerima pemberian orang lain (kaya orang cacat aja).
Sebenarnya pemerintah melakukan hal yang luar biasa dan terobosan yang briliant. Namun lepas dari itu menurut saya kesalahannya adalah pemerintah tidak mengajarkan/mendidik/mem'brainwash' pikiran para rakyat yang menganggap dirinya miskin tadi untuk memberdayakan uang tersebut dengan baik. Mungkin dengan program usaha atau yang lainnya.
Pemerintah hanya mem'brainwash' mereka bahwa merekalah penyelamat. Jadi Coblos lagi ya dalam PILPRES berikutnya. Atau pilih partai saya lagi ya. :p
Ada baiknya pemerintah mulai melakukan langkah representatif berkesinambungan untuk memajukan SDM kita dengan melanjutkan program sekolah gratis. Agar masyarakat lebih peka dan tau kemana mereka akan membawa hidup mereka dan apa yang harus di lakukan. Semua itu tergantung juga dari peran seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberi masukan untuk membangun bangsa kita ini. Karena masa depan anak dan cucu kita bergantung pada kita dan pemerintah.
No comments:
Post a Comment